Prestasi membanggakan kembali hadir dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Darunnajah. Salah satu mahasiswa semester 6, Selly Najwa Shadrina, berhasil meraih Juara 1 Ghina Arobiy dalam ajang Ma’lamah se-Jabodetabek yang diselenggarakan oleh Lembaga Semi Otonom Forum Studi Arab FAI UMJ.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menjadikan Bahasa Arab sebagai Wadah dalam Pengembangan Potensi Minat, Bakat serta Kepercayaan Diri”. Tema ini menjadi ruang bagi para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam bidang bahasa dan seni Arab. Di tengah persaingan yang kompetitif, kemenangan ini menjadi bukti bahwa kemampuan non-akademik mampu menjadi kekuatan besar ketika diasah dengan kesungguhan dan rasa percaya diri.
Ajang Ghina Arobiy sendiri bukan sekadar perlombaan menyanyi berbahasa Arab. Di dalamnya terdapat unsur penghayatan, pelafalan, penguasaan nada, hingga kemampuan membangun ekspresi di atas panggung. Banyak peserta datang dengan kemampuan yang kuat, sehingga keberhasilan meraih posisi pertama menunjukkan kualitas persiapan dan mental yang matang.
Prestasi yang diraih Selly menjadi sorotan positif karena menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berkembang melalui nilai akademik di ruang kelas, tetapi juga melalui kemampuan seni, komunikasi, dan keberanian tampil di depan publik. Di era sekarang, kemampuan seperti ini justru menjadi nilai tambah penting. Dunia kampus tidak lagi hanya berbicara soal indeks prestasi, tetapi juga bagaimana mahasiswa mampu membangun karakter, kreativitas, dan daya saing.
Pihak kampus turut menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut. Prestasi ini dipandang sebagai representasi semangat mahasiswa Universitas Darunnajah yang aktif mengembangkan potensi diri di berbagai bidang. Kampus juga menegaskan komitmennya dalam mendukung mahasiswa untuk terus bertumbuh, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Dukungan tersebut diwujudkan melalui ruang pengembangan minat dan bakat, partisipasi dalam kompetisi, serta dorongan agar mahasiswa berani menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat yang lebih luas.


Keberhasilan ini sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk tidak ragu mengeksplorasi kemampuan yang dimiliki. Banyak mahasiswa sebenarnya memiliki potensi besar, namun sering kali tertahan oleh rasa takut, minder, atau berpikir bahwa prestasi hanya diukur dari nilai akademik semata. Padahal, kemampuan non-akademik juga mampu membuka peluang besar, memperluas relasi, dan membangun kepercayaan diri yang akan berguna di masa depan.
Apa yang diraih Selly membuktikan satu hal penting bahwasannya bakat yang dipadukan dengan konsistensi dan keberanian dapat membawa seseorang melampaui ekspektasi. Kampus menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi panggung untuk menemukan versi terbaik dari diri sendiri. Dan kadang, kemenangan terbesar bukan hanya soal trofi, melainkan keberanian untuk tampil dan membuktikan kemampuan di hadapan banyak orang.




