Kolaborasi Universitas Darunnajah, IUQI Bogor, dan STAI Nurul Iman Parung, sukses menggelar Webinar Nasional

Universitas Darunnajah, bekerja sama dengan IUQI Bogor dan STAI Nurul Iman Parung, sukses menggelar Webinar Nasional Manajemen Pendidikan Islam pada Selasa, 3 Juni 2025. Acara ini bertema “Diskursus Pembarakan Pelajar: Menelisik Sengkarut Pendidikan di Indonesia” yang dihadiri oleh lebih dari 240 peserta dari berbagai kalangan. Webinar yang dimoderatori oleh M. Ibnu Muzakir, M.Pd, Sekprodi MPI Universitas Darunnajah, menghadirkan berbagai narasumber terkemuka di bidang pendidikan Islam. Di antaranya Duna Izfanna, M.Ed., Ph.D. dekan FAI UDN yang membuka acara, serta para pembicara dari akademisi maupun praktisi Pendidikan seperti Idham, M.Pd, Dr. Arizqi Ihsan Pratama, M.Pd, Dr. Mahbub Zuhril, M.Pd, M. Afthon Lubbi Nuriz, dan Dr. Ahmad Waki, S.Sos.I., M.A.

Idham, M.Pd. dalam materinya menyampaikan tentang latar belakang kebijakan pembarakan pelajar dengan memberikan analisisnya terkait dampak negatif dan positif barak militer untuk pelajar “nakal”. Ditambahkan oleh Dr. Arizqi, M.Pd. bahwa “kebijakan yang dibuat oleh pemerintah haruslah berdasarkan kajian ilmiah agar tidak terkesan kebijakan tersebut lahir dalam kerangka moral panic”.

Dr. Mahbub mencoba menganalisis pembarakan pelajar dalam perspektif psikologi dengan mengutip teori erikson (kajian remaja), carl roger (humanistic) dan skinner (oferant conditioning) dan menegaskan bahwa dalam pembarakan pelajar harus adanya pembentukan identitas yang Positif untuk remaja bukan sebaliknya serta menjadi Pendekatan Suportif dan Dialogis sehingga para remaja menjadi versi terbaik dirinya.

M. Afthon, sebagai Praktisi pendidikan, anggota The Asia Peace Innovators Forum mengatakan: “Akar Masalah Pendidikan di Indonesia: (1) Pendidikan keluarga dalam hal ini rumah tidak menjadi tempat yang nyaman bagi anak; (2) Pendidikan di sekolah, Kompetensi guru harus mendapatkan perhatian lebih besar lagi dari negara. “Dokter malpraktek, hilang nyawa. Guru malpraktek, hilang masa depan sebuah bangsa.” (3) Lingkungan Masyarakat, Tugas masyarakat adalah memperbanyak komunitas positif bagi anak-anak, khususnya usia remaja yang mulai mencari makna baru di luar pendidikan keluarga.

Terakhir narasumber yang merupakan Guru BK Dr. A. Waki mengatakan: “Seharusnya ini menjadi tanggungjawab kami sebagai BK, namum rasio guru BK sampai saat ini masih sangat minim. Ia memberikan alternatif lain dari pembarakan yaitu dengan adanya konseling kelompok.

Harapannya webinar ini dapat menghasilkan naskah kajian ilmiah yang mendalam dan komprehensif mengenai pembarakan dan sengkarut pendidikan di Indonesia.

 

 

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *