Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Darunnajah menyelenggarakan Kuliah Umum Manajemen Pesantren bertema “Negara, Pesantren, dan Peradaban: Menuju Pesantren Hebat, Mandiri, dan Mendunia” pada Sabtu, 12 Desember 2025. Kegiatan ini menghadirkan Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag, Direktur Pesantren Kementerian Agama RI, sebagai narasumber utama.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Pascasarjana Universitas Darunnajah, Dr. KH. Mustofa Zahir, Lc., M.A., yang dalam welcoming speech-nya menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan manajemen pesantren agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan kekhasannya.
Dalam pemaparannya, Dr. Basnang Said menjelaskan bahwa pesantren memiliki tiga fungsi utama, yaitu fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat, dengan karakter dasar independen, mandiri, dan khas. Menurutnya, tantangan utama pesantren saat ini adalah menjaga kualitas dan relevansi pendidikan di tengah arus modernisasi tanpa mengorbankan tradisi dan identitas pesantren.
Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip performance-based dalam pengelolaan pendidikan pesantren, yakni sistem penilaian yang tidak hanya berorientasi pada standar minimal, tetapi juga menghargai keragaman, keunikan, dan kekhasan masing-masing pesantren. Hal ini dinilai krusial terutama dalam pendidikan nonformal seperti pengkajian kitab kuning, yang membutuhkan pendekatan sesuai tradisi pesantren masing-masing.
Dr. Basnang juga memaparkan peran negara yang semakin kuat dalam mendukung pesantren, baik melalui kebijakan, regulasi, maupun anggaran. Ia menyoroti peningkatan dukungan negara sejak lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, hingga rencana pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren, yang menandai penguatan posisi pesantren tidak hanya dalam fungsi pendidikan, tetapi juga dakwah dan pemberdayaan masyarakat.
Lebih lanjut, disampaikan berbagai program strategis pengembangan pesantren, di antaranya: penguatan kemandirian ekonomi pesantren melalui inkubasi bisnis dan Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP), pengembangan Pesantren Ramah Anak dan Ramah Lingkungan, peningkatan life skill santri melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Pesantren, hingga program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) untuk mencetak kader ulama, pemimpin, dan profesional yang berdaya saing global.
Menurutnya, pesantren yang kuat adalah pesantren yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, didukung manajemen yang profesional, berjejaring dengan negara dan masyarakat, serta tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Dengan demikian, pesantren diharapkan benar-benar menjadi pusat lahirnya peradaban Islam yang maju, mandiri, dan mendunia.
Kuliah umum ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa Pascasarjana Universitas Darunnajah serta para praktisi pendidikan Islam dalam mengelola dan mengembangkan pesantren secara berkelanjutan.







