Keberhasilan kembali hadir dari kampus Universitas Darunnajah. Kali ini prestasi gemilang diraih oleh Muhammad Afrijal, mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) kelas 3A. Pada ajang Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) cabang Kutub At-Turots yang diselenggarakan di Tangerang, Afrijal berhasil meraih Juara 2, mengungguli banyak peserta dari berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia. Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa harum nama Universitas Darunnajah dan memperlihatkan daya saing santri akademis di level nasional.
Dalam perlombaan yang menuntut kemampuan memahami, membaca, dan menafsirkan kitab turats klasik, Afrijal menunjukkan ketekunan dan kapasitas intelektualnya sebagai mahasiswa yang memiliki dasar keilmuan pesantren yang kuat. Menurutnya juga bahwa MQK bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga bentuk tanggung jawab ilmiah untuk terus menjaga tradisi intelektual Islam yang bersumber dari karya ulama terdahulu. Pendalaman terhadap literatur klasik menjadi landasan penting bagi generasi muda Islam agar tetap berpijak pada nilai keilmuan yang otentik, sembari beradaptasi dengan tantangan zaman.
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Darunnajah memang dikenal sebagai wadah pengembangan calon pemimpin dan manajer pendidikan berbasis nilai-nilai kepesantrenan. Kurikulumnya dirancang untuk meramu kemampuan manajerial modern dengan fondasi spiritualitas dan moralitas Islam yang mendalam. Prestasi seperti yang diraih oleh Afrijal menjadi bukti bahwa pembelajaran di MPI tidak berhenti pada teori manajemen, tetapi juga membangun kepribadian dan tradisi keilmuan yang kokoh. Capaian ini mencerminkan semangat integratif antara ilmu, iman, dan amal yang menjadi ruh pendidikan di Universitas Darunnajah.
Dosen dan rekan-rekan sekelas turut bangga atas pencapaian tersebut. Mereka menilai keberhasilan Afrijal tidak lepas dari budaya akademik yang hidup di lingkungan universitas. Tradisi membaca kitab, berdiskusi, dan membina nalar ilmiah menjadi kegiatan sehari-hari di kampus maupun ma’had. Di sisi lain dukungan dari dosen-dosen MPI yang kompeten dan memiliki latar belakang pendidikan pesantren serta keilmuan manajemen modern juga menjadi faktor penting dalam mendorong mahasiswa untuk aktif dalam berbagai ajang ilmiah.
Universitas Darunnajah sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang terus bertumbuh, terus berkomitmen melahirkan lulusan unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga dewasa secara spiritual dan sosial. Visi ini terwujud dalam setiap kegiatan akademik, kompetisi, dan program pengembangan diri mahasiswa. Keikutsertaan dalam perlombaan seperti MQK menjadi salah satu wujud nyata bagaimana kampus ini membentuk mahasiswa yang siap berdialog dengan khazanah keilmuan Islam klasik, sekaligus berkontribusi pada pengembangan manajemen pendidikan Islam di masa depan.
Prestasi Muhammad Afrijal menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri. Dalam konteks pendidikan tinggi Islam, kemenangan ini bukan sekadar piala, tetapi simbol keberlanjutan tradisi ilmiah Islam di tengah era digital. Universitas Darunnajah mendorong setiap mahasiswa agar menjadikan capaian ilmiah seperti MQK sebagai ruang latihan berpikir, berargumen, dan berkontribusi pada peradaban ilmu yang lebih luas. Dengan demikian itulah keberhasilan individu mencerminkan keberhasilan kolektif lembaga dalam membina insan akademis yang berkarakter.
Pada akhirnya prestasi ini menjadi pengingat bahwa pendidikan Islam tidak hanya berfungsi mentransfer pengetahuan, melainkan juga membangun kesadaran dan tanggung jawab terhadap warisan intelektual umat. Universitas Darunnajah dan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dengan bangga akan terus menumbuhkan semangat kompetisi positif di kalangan mahasiswa. Sedikit cerita yang diukir oleh Muhammad Afrijal adalah cermin keteguhan, kerja keras, dan dedikasi terhadap ilmu yang selayaknya menjadi teladan bagi seluruh civitas akademika dalam menghidupkan kembali semangat keilmuan Islam di zaman modern.




