UDN Jembatani Dunia Kampus dan Pesantren lewat Program Manajemen Pendidikan Islam

Universitas Darunnajah (UDN) berperan aktif dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya pendidikan pesantren. Dan terutama yang berkaitan dengan manajemen pendidikan pesantren. Seperti Manajemen Penjaminan Mutu Pendidikan Pesantren. Hal ini dikarenakan UDN memiliki program studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Yang salah satu konsentrasinya adalah manajemen pesantren, baik strata 1, maupun strata 2.

Dalam hal ini, Muhamad Towil Akhirudin, dosen MPI, yang juga seorang asesor Penjaminan Mutu Pendidikan Pesantren Majelis Masyayikh, melakukan sosialisasi program studi Manajemen Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Al-Ihya, Pagaden Barat, Subang, Jawa Barat, pada Rabu, 5 November 2025. Beliau memperkenalkan keunggulan akademik, serta relevansi prodi MPI UDN dalam kaitannya dengan penjaminan mutu pendidikan pesantren.

Di Pondok Pesantren Al-Ihya, Muhamad Towil Akhirudin diterima langsung oleh KH. Asep Sulaeman Sabanda, selaku Syaikhul Ma’had Pondok Pesantren Al-Ihya, yang dikenal sebagai sosok yang konsisten dalam membangun tradisi keilmuan Islam dengan manajemen pesantren yang profesional. Hal ini sangat relevan dengan tujuan MPI UDN.

MPI UDN dirancang khusus untuk mencetak lulusan yang mampu mengelola institusi pendidikan Islam, termasuk pesantren, dengan pendekatan manajerial modern, tanpa mengesampingkan nilai-nilai keislaman. Mahasiswa MPI tidak hanya belajar teori manajemen, tetapi juga langsung dilatih melalui studi kasus, simulasi, dan kerja lapangan di berbagai pesantren, sehingga mereka siap menghadapi tantangan nyata di lapangan.

Tidak hanya itu, UDN juga membuka Magister Manajemen Pendidikan Islam dengan fokus pada manajemen pesantren. Program magister ini menjadi pilihan strategis bagi para pengelola pesantren, dosen, dan praktisi pendidikan Islam yang ingin memperdalam pengetahuan tentang tata kelola pesantren secara profesional dan berbasis riset. Dengan menggabungkan wawasan keislaman, manajemen modern, dan pendekatan kultural, lulusan program ini diharapkan menjadi agen perubahan dalam pengembangan pesantren di Indonesia.

Sosialisasi UDN yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Ihya juga menjadi momentum penting untuk membangun jaringan antara universitas dan pesantren. Dalam pertemuan tersebut, KH. Asep Sulaeman Sabanda menyambut baik keterlibatan UDN, dan berharap kolaborasi ini dapat diwujudkan di masa depan.

Bagi generasi muda usia 20-30 tahun yang ingin berkontribusi di dunia pendidikan Islam, khususnya di pesantren, Universitas Darunnajah membuka peluang karir, serta memberikan ruang untuk tumbuh sebagai pemimpin pendidikan Islam yang visioner. Bagi yang ingin memperdalam keilmuan dan langsung terjun ke lapangan, UDN adalah pilihan yang tepat.

Melalui sosialisasi ini, UDN semakin menegaskan posisinya sebagai kampus yang menjembatani dunia akademik dengan realitas pesantren. Dengan dukungan dosen-dosen muda yang kompeten dan program studi yang relevan, UDN terus berkomitmen untuk mencetak generasi pemimpin pendidikan Islam yang siap menghadapi tantangan zaman.

Bagi anak muda yang ingin belajar lebih dalam tentang manajemen pesantren, jangan ragu untuk mengenal lebih jauh Universitas Darunnajah dan prodi Manajemen Pendidikan Islam yang ada di dalamnya.

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *