Universitas Darunnajah Dorong Penguatan Riset MPI Berbasis Nilai dan Inovasi

Seminar Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten pada pekan ini menjadi ruang perjumpaan gagasan tentang masa depan keilmuan MPI sekaligus ajang silaturahmi akademik yang hangat. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I, Bapak Dr. Supardi, setelah sebelumnya diawali sambutan Kaprodi MPI, Bapak Dr. Teguh Fahmi, M.Si. Keduanya menekankan pentingnya penguatan riset dan jejaring keilmuan MPI di tengah dinamika perubahan pendidikan Islam di Indonesia. Suasana seminar terasa akrab, tetapi tetap sarat dengan gagasan-gagasan besar tentang arah pengembangan disiplin Manajemen Pendidikan Islam.

Kegiatan ini terselenggara berkat peran Bapak Dr. H. Juhji, M.Pd., yang menjembatani kolaborasi dan menjadi penghubung sejak pertemuan di pelatihan sertifikasi dosen (serdos) UIN Raden Fatah Palembang pada 2023 lalu. Dari jejaring inilah kemudian terjalin kolaborasi lintas kampus, termasuk kehadiran salah satu dosen Universitas Darunnajah, Bapak Matnur Ritonga, M.Pd., dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Darunnajah Jakarta, yang tampil sebagai narasumber. Kehadiran beliau menunjukkan komitmen Universitas Darunnajah untuk aktif berkontribusi dalam diskursus nasional tentang MPI, tidak hanya di ruang internal kampus, tetapi juga di berbagai forum akademik lintas perguruan tinggi.

Dalam paparannya, narasumber menyoroti pentingnya pergeseran MPI dari sekadar multidisiplin menuju monodisiplin yang kokoh dan berkarakter. Selama ini, MPI kerap dipahami sebagai irisan dari berbagai disiplin seperti manajemen, pendidikan, dan studi Islam tanpa fondasi keilmuan yang benar-benar dikokohkan sebagai disiplin mandiri. Di sinilah tantangan sekaligus peluang: MPI perlu memiliki identitas keilmuan yang jelas, peta jalan riset yang terarah, dan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu lembaga pendidikan Islam. Universitas Darunnajah melalui Prodi Manajemen Pendidikan Islam berupaya menjawab tantangan ini dengan mengembangkan kurikulum dan riset yang berakar pada tradisi keilmuan Islam sekaligus responsif terhadap kebutuhan zaman.

Pada aspek metodologi riset, narasumber mengajak para dosen dan mahasiswa untuk bergerak dari dominasi penelitian kualitatif menuju penguatan penelitian kuantitatif dan terutama Research and Development (R&D). Model Dick and Carey disebut sebagai salah satu pendekatan yang paling memungkinkan diterapkan pada skala mikro dalam pengembangan model-model pembelajaran dan manajemen pendidikan. Pandangan ini sejalan dengan Borg and Gall yang merumuskan 10 tahapan R&D dalam pendidikan. Selain itu, model ADDIE juga direkomendasikan sebagai alternatif yang praktis dan aplikatif. Di Universitas Darunnajah, orientasi R&D ini menjadi salah satu fokus pengembangan Prodi MPI, dengan mendorong mahasiswa menyusun skripsi dan tugas akhir yang tidak hanya berhenti pada kajian, tetapi melahirkan produk, model, atau perangkat manajerial yang bisa diimplementasikan di lembaga pendidikan Islam.

Narasumber juga menekankan bahwa penelitian-penelitian MPI yang sebelumnya cenderung tematik-normatif kini perlu bergeser ke ranah aksiologis-interdisipliner, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi ruh keilmuannya. Artinya, penelitian tidak hanya menjawab pertanyaan “apa” dan “bagaimana”, tetapi juga “untuk apa” dan “apa dampaknya bagi lembaga dan masyarakat”. Karena itu, riset MPI tidak boleh lagi bersifat sporadis dan parsial. Diperlukan blue print penelitian Prodi yang disusun secara serius, lalu disinkronkan dengan minat dan topik penelitian mahasiswa. Di Universitas Darunnajah, Prodi Manajemen Pendidikan Islam tengah mengarah ke pola ini, membangun peta riset yang terintegrasi dengan visi universitas sebagai kampus yang kuat di bidang kepesantrenan, manajemen pendidikan Islam, dan pengembangan lembaga-lembaga pendidikan berbasis nilai.

Lebih jauh, seminar ini menyoroti pentingnya sinkronisasi riset MPI dengan Arah Riset Keagamaan Nasional (ARKAN) yang memiliki 13 fokus utama, serta gagasan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang telah diimplementasikan di sekitar 50 madrasah percontohan. Hal ini membuka ruang yang sangat luas bagi dosen dan mahasiswa MPI untuk meneliti, mengembangkan model, dan menyusun rekomendasi kebijakan yang grounded pada kebutuhan lapangan. Narasumber mengingatkan bahwa fokus MPI tidak boleh berhenti pada madrasah dan pesantren saja. Mengacu pada PP No. 22 Tahun 2007 dan juga spirit UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, masih banyak lembaga pendidikan Islam lain yang membutuhkan sentuhan riset dan pengembangan manajemen yang profesional. Prodi MPI Universitas Darunnajah memandang ini sebagai ladang pengabdian dan riset yang sangat strategis, sejalan dengan karakter UDN yang kuat di jaringan pesantren dan lembaga pendidikan Islam.

Dari sisi kurikulum, disinggung pula bahwa dalam kurikulum asosiasi PPMPI, mata kuliah manajemen lembaga kini disatukan dalam satu mata kuliah inti, yaitu Manajemen Lembaga Pendidikan Islam (MLPI). Pendekatan ini mendorong mahasiswa melihat pengelolaan lembaga pendidikan Islam secara utuh, tidak terfragmentasi. Narasumber mengaitkan hal ini dengan kebutuhan MPI untuk bersinergi dengan berbagai prodi dan rumpun ilmu lain. UU No. 20 Tahun 2003 telah mengakomodasi semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan, baik umum maupun keagamaan. Maka keilmuan MPI ditantang untuk tidak berjalan sendiri, tetapi membangun kerja sama interdisipliner dan kolaborasi riset lintas bidang. Semangat ini juga menjadi ruh pengembangan akademik di Universitas Darunnajah, di mana Prodi MPI berpadu dengan prodi-prodi lain untuk melahirkan riset kolaboratif dan program pengembangan kelembagaan yang nyata di lapangan.

Bagi para dosen dan mahasiswa, seminar ini bukan sekadar forum ilmiah yang berisi paparan teoritis, melainkan undangan untuk merefleksikan kembali peran MPI dalam ekosistem pendidikan Islam Indonesia. Universitas Darunnajah melihat momen seperti ini sebagai kesempatan berharga untuk terus belajar, berbagi, dan menguatkan jejaring. Prodi Manajemen Pendidikan Islam UDN terbuka bagi calon mahasiswa yang ingin serius menekuni dunia manajemen pendidikan Islam secara profesional, ilmiah, dan berakar pada nilai-nilai Islam. Dengan dukungan lingkungan pesantren, kultur akademik yang kuat, serta orientasi riset yang terarah pada pengembangan lembaga pendidikan Islam, UDN berkomitmen melahirkan generasi pengelola pendidikan Islam yang siap memimpin perubahan—dari ruang kelas, pesantren, madrasah, hingga level kebijakan.

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *