Cianjur, 19 November 2025 — Universitas Darunnajah (UDN) menggelar kegiatan sosialisasi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Magister Manajemen Pendidikan Islam (MMPI) di Pondok Pesantren Mathla’ul Hidayah Darussalam, Cianjur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UDN untuk memperluas pemahaman dan minat santri terhadap studi manajemen pendidikan Islam yang berorientasi pada pengembangan lembaga pendidikan berbasis pesantren.
Sosialisasi ini diisi oleh Ustadz Muhamad Towil Akhirudin, dosen aktif Program Studi MPI UDN, yang dikenal sebagai akademisi sekaligus praktisi pendidikan Islam dengan fokus pada manajemen dan pengembangan kelembagaan pesantren. Dalam paparannya, Ustadz Towil menjelaskan secara mendalam tentang karakteristik dan keunggulan Program MPI serta MMPI di Universitas Darunnajah, terutama relevansinya dengan dinamika pengelolaan lembaga pendidikan Islam di era modern.
Program Magister Manajemen Pendidikan Islam (MMPI) Universitas Darunnajah menempatkan “Manajemen Pesantren” sebagai fokus kajian utama. Spesialisasi ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan strategis dunia pesantren dalam menghadapi tantangan tata kelola pendidikan yang profesional, berdaya saing, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta perubahan sosial masyarakat. Pendekatan akademik yang diterapkan di MMPI UDN menekankan perpaduan antara nilai-nilai kepesantrenan, kepemimpinan islami, dan manajemen berbasis riset.
Kegiatan sosialisasi ini disambut antusias oleh sivitas pesantren Mathla’ul Hidayah Darussalam. Ustaz Dzikri Nursyaban, S.Ag., M.M., selaku pemimpin pesantren, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Universitas Darunnajah dalam menghadirkan informasi akademik yang relevan bagi para santri dan guru. “Program MPI dan MMPI UDN sangat relevan dengan cita-cita kami dalam membentuk santri yang tidak hanya memiliki keilmuan agama yang kuat tetapi juga wawasan manajerial dan kepemimpinan untuk mengembangkan pesantren di masa depan,” ujarnya.
Selain memaparkan kurikulum dan peluang studi lanjut, Ustadz Towil juga memberikan motivasi kepada para peserta untuk melanjutkan pendidikan tinggi di bidang manajemen pendidikan Islam. Ia menekankan pentingnya pendidikan berkelanjutan dalam melahirkan kader-kader pengelola pendidikan Islam yang mampu mengintegrasikan spiritualitas, intelektualitas, dan profesionalitas. “Pesantren membutuhkan manajer pendidikan yang tidak hanya paham sistem, tetapi juga memahami ruh tarbiyah Islamiyah,” ungkapnya dalam sesi diskusi.
Universitas Darunnajah melalui Prodi MPI dan MMPI terus berkomitmen menjadi pusat pengembangan keilmuan dan praktik manajemen pendidikan Islam yang unggul. Dengan jaringan pesantren dan lembaga pendidikan mitra di berbagai daerah, UDN secara berkelanjutan melakukan program sosialisasi, pelatihan, dan kolaborasi akademik guna memperkuat ekosistem pendidikan Islam di Indonesia. Inisiatif seperti kegiatan di Cianjur ini diharapkan mampu menjembatani aspirasi generasi muda pesantren yang ingin melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi dengan orientasi pengabdian pada umat.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Universitas Darunnajah menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya mencetak sarjana dan magister di bidang pendidikan Islam, tetapi juga menyiapkan pemimpin dan pengelola lembaga pendidikan yang siap berkontribusi dalam pembangunan peradaban Islam yang berkelanjutan. Semangat kolaboratif antara kampus dan pesantren seperti yang terjalin di acara ini menjadi wujud nyata dari salah satu misi besar UDN: membangun pendidikan Islam yang berdaya, profesional, dan rahmatan lil ‘alamin.




